Full width home advertisement

Travel the world

Post Page Advertisement [Top]

Panduan Islam

Melakukan Tobat Nasuha di Bulan Ramadan, Begini Caranya


Maberislami - Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang paling tepat untuk melakukan pertobatan, karena di bulan Ramadhan ini bulan penuh akan ampunan Allah SWT. Selain itu, pada hari Idul Fitri manusia yang telah bertaubat serta saling memaafkan akan dibersihkan kembali layaknya seorang bayi yang terlahir bersih tanpa dosa.

Dalam Al-qur'an dikatakan, taubat yang terbaik adalah tobatan nasuha'. Allah berfirman dalam Surat At-Tahrim Ayat 8, yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(8). Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".


Mengenai cara bertaubat pada zaman Rasulullah SAW, telah diterangkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah Bab Haddizina Kitabu Hudud, "ada tata cara pelaksanaan taubat dalam Islam yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim bila telah melakukan kesalahan atau pelanggaran agama di zaman Rasulullah, yaitu dengan datang menghadap kepada Rasulullah untuk mengakui kesalahannya dengan sejujur-jujurnya dan kesanggupan untuk membayar kafaroh."

Selain itu jug, orang yang benar-benar bertobat haruslah merasa menyesal dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Sebagaimana disabdakan nabi dalam hadis Ibnu Majah Kitabu Zuhdi, "Penyesalan adalah taubat."

Sebagai umat Islam, kita juga bisa memperbanyak istighfar. Diriwayatkan dalam Hadis riwayat Abu Daud, "Suatu ketika saya menghitung untuk Rasulullah dalam satu kali tempat duduk seratus kali membaca "Robbigfirlii watub 'alayya innaka antattawwabu rrohiim."

Yang artinya, wahai Tuhanku, ampunilah saya, dan terimalah tobatku sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib